headline mata hatiku

01 Juli 2009

apakah ini peninggalan kaum nabi saleh?



Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; (Q.S. Asy-syuaraa : 150)


Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (Q.S. Al-A’raf : 74)


Petra, Jordan
by : arif budiman

Saat ini Petra, Jordan termasuk ke dalam 7 keajaiban dunia terbaru yang merupakan sebuah kota kecil di Provinsi Ma’an, sekitar 200 kilometer selatan Amman, ibu kota Jordania. Petra berdiri di kawasan lembah Wadi Musa. Dalam bahasa Arab, Wadi Musa berarti mata air Musa. Petra (dalam bahasa Yunani berarti “batu”; dan bahasa Arabnya “al-Bitra”) adalah sebuah situs arkeologikal di Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar bercadas di Yordania yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba.

Merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir. Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air. Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.

Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra. Diyakini, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa.

Petra bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi. Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.

Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Arab kuno. Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.




Di akhir abad ke-4 SM, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia. Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.

Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra. Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.

Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.

Pada tahun 106 M, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda. Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman moderen, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.


Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Nabi Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.

Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.

Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi. Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islam hadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani. Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya.


Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi “kota yang hilang” selama lebih dari 500 tahun. Hanya penduduk lokal di wilayah Arab sajalah yang mengenalnya. Kebesaran Petra sebenarnya mulai turun pada sekitar tahun 30 Masehi. Itu terjadi saat Kaisar Augustus membangun jalur perdagangan melalui Laut Merah yang menghubungkan Mesir dan Jazirah Arab. Saat pemerintahan Romawi (awal abad ke-2) Petra juga terpinggirkan. Sebab, kaisar Romawi kala itu menjadikan Basra di Syria sebagai ibu kota Provinsi Arabia. Di era Bizantium, Petra menjadi kota keuskupan wilayah Palestina Tertia. Beberapa gempa yang terjadi pada abad ke-4 kian membuat Petra terlupakan.

Sumber :
* gilaforum
* pontianak post

Petra
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini tentang situs Petra di Yordania.

Reruntuhan kota Romawi dan benteng batu Petra
Petra (dari ????? petra, “batu” dalam bahasa Yunani; bahasa Arab: ???????, al-Bitr?) adalah sebuah situs arkeologikal di Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba.

Kota di Dinding Batu


Pintu depan situs Petra
Salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru adalah Petra. Penetapan tujuh keajaiban dunia itu merupakan pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation, serta diumumkan di Lisbon, Portugal, pada 07-07-07 alias 7 Juli 2007.

Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.

Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.

Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.

Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.
Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.

Kotanya Suku Nabatean

Petra yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi.

Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.
Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Arab kuno.

Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.

Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.
Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra.

Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.
Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.
Pada tahun 106 M, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda.
Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman modern, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.

Dikelilingi Gunung

Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.

Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa.

Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.
Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.


Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi.

Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islam hadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani.

Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya.

Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi ‘kota yang hilang’ selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (suku Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya. (disunting oleh Asnawin)

sumber: goeskorn.wordpress.com

Read more...

17 Mei 2009

Anak-Anakku...

Oleh: Rahima Rahim

Assalamu'alaykumwarahmatullahiwabarakaatuh

Mulai dari kandungan kalian kujaga, kurawat, kuberi makan yang halal, baik, dan bergizi, dan kusirami dengan siraman ruhani dengan bacaan AlQuran dan shalatku mengalun disetiap saat, terutama dimalam-malam tahajjudku, dengan harapan kelak bacaan ini kau dengar dan menjadi pedoman hidupmu.

Karena Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : "Dan dari sebahagian malam, hendaklah kamu melakukan shalat tahajjud, sebagai ibadah sunnah bagi kamu, semoga saja dengan shalatmu itu akan menaikkan derajatmu ketempat yang lebih terpuji".

Anak-anakku, disaat-saat sakit akan melahirkanmu, aku merasa dunia ini benar-benar seakan kutinggalkan dan Malaikat maut akan meregut nyawaku, dimana saat-saat kritis itu ayahmu berada disamping kita dengan membacakan beberapa alunan kalam illahi, sebagai penenang dan pengobat kesakitan dan memberikan ketabahan bathin bagiku, seakan beliau tau sekali tugas sebagai calon ayah, memberikan ketabahan bagi sang istri dalam kondisi apapun.Karena ayahmu sadar akan firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar".

Anak-anakku, disaat payah dan kesakitan melahirkan, yang ada dalam benak ibumu ini cuma satu."Ingat Allah, dan baca AlQuran dalam hati", bukan dengan jeritan dan cacian bahkan tak jarang ada yang menyalahkan suami kenapa ia sampai hamil begitu. Saat, kesakitan ada yang sempat emosi, menyalahkan sepihak, tanpa ia mengingat bahwa adanya dirimu dalam rahim seorang perempuan adalah kesepakatan, kemauan, dan kenikmatan yang dirasakan bersama-sama.Tetapi Ibu berusaha Nak, kehadiranmu adalah amanah Allah, kehendak Allah dan keinginan bersama, itu sebabnya ibu mengingat ibunda Siti Maryam, tatkala ia kesakitan akan melahirkan puteranya Maryam, atas kehendak Allah Ta'ala, disaat ibunda Maryam mengeluh:" Wahai alangkah malangnya nasibku, alangkah eloknya kalau aku mati saja, dan aku manusia yang dilupakan."

Lantas Allah menenangkannya, dan menyuruhnya agar jangan bersedih hati, dan memakan buah kurma, karena khasiat kurma itu cukup banyak, terutama bagi ibu yang akan melahirkan, akan sangat memudahkannya dalam persalinan tersebut, dan memberikan kekuatan phisik serta mental bagi sang ibu.

Anak-anakku, setelah dirimu lahir, atas perintah Allah jua, ibu mulai menyusukanmu, Allah berfirman: " Dan bagi para ibu-ibu, hendaklah mereka memberikan susu ASI pada anak-anaknya selama dua tahun, ini bagi mereka yang ingin menyempurnakan susuan selama dua tahun tersebut, memberikan makan mereka, dan memberikan pakaian (untuk anak-anak...).".(AlBaqarah 233)

Anak-anakku, setelah engkau lahir, disusukan, dan engkau mulai pandai berjalan, mulai menanjak menjadi anak-anak-remaja dan dewasa, Ibu akan selalu mengingat firman Allah Ta'ala, tatkala mengkisahkan bagaimana Luqman berwasiat dan memberikan nasehat dalam mendidik anaknya dalam firmanNya :" Tatkala Luqman berkata kepada anaknya dalam bentuk memberikan pengajaran kepadanya:" Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah dengan apapun juga, karena syirik itu adalah merupakan penganiayaan yang paling besar,...pandai bersyukur kepada orang tua, kepada Allah, (Ibu dan ayah disuruh Allah ), agar mendidik anak-anak mengerjakan shalat, dan menyuruh pada kebaikan, (berbuat baik pada sesama) dan mencegah dari berbuat kejahatan, dan bersabar atas segala musibah, jangan berlaku sombong, karena Allah paling tidak suka dengan kesombongan, berjalan sederhana, berkata sopan, karena sejelek-jelek suara (perkataan), adalah suara keledai ." (Luqman 31; 13-19)

Terakhir wahai anak-anakku, Allah juga mengingatkan ayah dan ibumu, agar mendidik kamu dengan baik, dan takut meninggalkan kalian dalam keadaan lemah, karena firman Allah Azza wajalla: " Dan hendaklah takut diantara kamu akan meninggalkan keturunan yang lemah, hendaklah kamu takut akan nasib mereka, dan hendaklah kamu bertaqwa pada Allah, dan berkatalah akan perkataan yang benar".

Ibu dan ayah diperintahkan Allah agar memberikan kekuatan fhisik, serta mental bagi kalian, jangan sampai lemah mental, lemah ekonomi, lemah segalanya, karena juga disebutkan dalam hadits Rasulullah:"Mukmin yang kuat, jauh lebih baik (dan disukai Allah dan rasulNya), ketimbang mukmin yang lemah."

Wahai anak-anakku, Meskipun begitu, ibu dan ayah tidak akan pernah lupa firman Allah Ta'ala: "Ketahuilah Sesungguhnya harta-harta dan anak-anak kamu merupakan fitnah(cobaan), bagi kamu."(al-Anfal:28)

FirmanNya lagi :"Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya dari sebahagian istri-istri dan anak-anak kamu merupakan musuh bagi kamu, maka hendaklah kamu awas akan musibah yang akan mencelakakan kamu disebabkan mereka......" (At-Thagabun;14,15)

Allah mengingatkan ayah dan ibu agar jangan sampai lupa mengingat Allah dikarenakan kamu, dikarenakan sibuk mencari nafkah untuk kamu. (Al-Munafiqun:9).

Demikianlah sekelumit tentang kamu, wahai anak-anakku.

Wassalamu'alaikum.

Panorama, Bukittinggi, 8 September 2007

Read more...

Ketika Diri Terlilit Hutang

Anakku,

Kamu telah datang dan menceritakan tentang keadaanmu. Kamu jatuh bangkrut atas usaha yang telah kamu bina selama ini. Kamu berbicara se-akan2 kamu tidak percaya dengan keadaanmu sendiri. Demikian banyak orang yang mendatangimu dan kamu tak punya sesuatu apapun untuk membayar tagihan mereka. Demikian banyaknya hutang yang harus kamu tanggung sehingga kamu se-olah2 merasa bahwa kamulah orang yang paling menderita di dunia saat ini.

Tenang saja nak. Adakalanya memang demikianlah perjalanan hidup anak manusia. Dengan cara demikian, sebenarnya Allah, Tuhanmu, berkehendak memasukkanmu ke dalam golongan mereka yang sabar. Memang benar, ada banyak cara yang Dia miliki untuk menunjukkan kasih sayang-Nya kepada hamba yang disukai-Nya, akan tetapi cara inilah yang kiranya Dia pilih khusus buatmu. Dibuat-Nya keadaan yang menjadikanmu 'dipaksa' untuk belajar menahan atas segala keinginanmu. Belajar untuk menahan marah atas amarah orang lain.

Ketika kamu berada dalam keadaan seperti ini, tentu kamu menyadari betapa lemah dan rendahnya kedudukanmu. Bila hidup ini diumpamakan sebagai putaran roda, tentu kamu berada pada posisi terbawah. Semua orang yang datang kepadamu telah menempatkan diri mereka di atasmu. Seakan mereka mempunyai hak untuk marah atau menghujatmu karena kelalaianmu. Meskipun posisimu layak untuk dikasihi, tidak ada salahnya kamu mengasihi mereka yang marah kepadamu. Ketahuilah, mereka tak akan berbuat seperti itu seandainya mereka memahami arti pentingnya menangguhkan waktu pembayaran hutang.

Sebenarnya sama saja bagi Allah terhadap mereka yang di atas atau yang di bawah. Bagi keduanya ada banyak kesempatan untuk meraih kebaikan di sisi-Nya. Barang siapa yang memberi jangka waktu kepada si peminjam agar ada kemudahan untuk membayar hutangnya, maka Allah swt. akan memberi jangka waktu yang cukup baginya untuk bertaubat sebelum matinya, bahkan Dia akan memberi ganjaran sedekah setiap hari sejumlah harta yang dipinjamkannya sampai yang berhutang mengembalikannya.

Bila seseorang dalam keadaan sempit untuk membayar hutang, maka niat dan kesungguhan dalam hati untuk membayarnya akan menjadi asbab bagi turunnya bantuan Allah dan kemudahan dari-Nya bagi melunasi hutang-hutangnya.

Umpama saja hutangmu sebesar gunung dan kamu menyangka berat benar untuk melunasinya, tetap saja penting buatmu untuk berniat membayarnya. Karena barang siapa yang tidak punya niat untuk membayar hutang, Allah swt. akan menuntutnya sebagai pencuri, bahkan pahala kebaikannya akan dialihkan kepada yang memberi hutang dan jika masih belum terpenuhi, maka bersiaplah menanggung dosa-dosa orang tersebut.

Bila kamu memiliki kemampuan minimal untuk membayarnya, segerakan saja pembayaran yang dapat kamu lakukan, karena termasuk sebaik-baik manusia adalah mereka yang mudah mengembalikan hutang. Dan barang siapa yang menunda-nunda pembayaran hutang padahal ia mampu untuk melakukannya, maka akan bertambahlah satu dosa baginya setiap hari sampai dia melunasinya.

Anakku, bila saat ini kamu dililit hutang sedemikian rupa dan kamu belum mampu melunasinya, bacalah sebanyak-banyaknya ayat di bawah ini,

Katakanlah, "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS 3:26)

Dan berikut ini adalah doa pelengkap yang seharusnya kamu sering memanjatkan kepada-Nya agar kamu mudah membayar hutang,

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan apa saja yang Engkau halalkan dari melakukan apa saja yang Engkau haramkan. Juga kayakanlah aku dengan keutamaan-Mu dari siapa saja selain-Mu."

Atau doa yang berikut,

"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan gundah gulana. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan ketakutan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan tekanan manusia."

Maka apabila kamu memohon kepada Allah, iringilah doamu dengan sangka baik kepada-Nya bahwa Dia pasti memberimu jalan keluar dari lilitan hutang ini. Juga perlu diingat, hendaknya kamu tidak terburu nafsu dalam upaya melunasi hutang2-mu. Meskipun salah satu sifat manusia adalah ter-gesa2, berusahalah bersikap santai dengan tetap menguatkan niat untuk melunasinya sembari menjaga tawajuh pada-Nya. Sungguh, Dia akan membantumu akan tetapi tidak dengan jangka waktu yang kamu maui. Dia akan membantumu dengan batasan waktu yang ditentukan-Nya sendiri. Subhanallah.

Subhan ibn Abdullah
Pattaya, Thailand

Read more...

sponsored by

Daftar ke PayPal dan langsung menerima pembayaran kartu kredit. cashmails.biz Join Vinefire!

  ©uthag-utheg by abinya 'indy.